Menhub : Tidak Ada Ganjil-Genap Di Tol Jagorawi

Jakarta, Indikatornews.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan tidak akan memberlakukan kebijakan sistem ganjil–genap bagi kendaraan pribadi di ruas jalan arah pintu tol Jagorawi, seperti yang diterapkan di pintu tol Bekasi arah Jakarta. Hal tersebut melihat kapasitas Tol Jagorawi belum melebihi kapasitas kendaraan seperti di Bekasi.

“Tidak ada ganjil-genap di Tol Jagorawi, untuk Tol Jagorawi itu hanya menambahkan jalur bus. Kapasitasnya belum over di Tol Jagorawi cuma kita menambah level of service dengan membuat jalur khusus untuk bus,” kata Budi di sela-sela pertemuan 1st India – Indonesia Infrastructure Forum di Jakarta, Senin (19/3), seperti dikutip dari laman dephub.go.id.

Lanjut Menhub, selain tidak memberlakukan kebijakan sistem ganjil–genap pada kendaraan pribadi di ruas jalan arah pintu Tol Jagorawi, ia  juga memastikan tidak akan memberlakukan pembatasan operasional angkutan barang golongan III, IV dan V di Tol Jagorawi seperti yang diterapkan di pintu tol Bekasi.

Namun Menhub akan memberlakukan tiga Paket Kebijakan Penanganan Kemacetan yang sama seperti yang di pintu Tol Bekasi untuk diberlakukan di Tol Tangerang. Terkait dengan rencana tersebut, Menhub memperkirakan akan memberlakukan kebijakan ini sebelum bulan puasa atau sekitar bulan Mei.

“Kemungkinan ada ganjil-genap di Tol Tangerang. Tangerang itu akan sama dengan yang ada di Bekasi, semuanya (kebijakan) ada, ada bus (jalur khusus), ada ganjil-genap, ada (pembatasan operasional) truk. Tangerang mungkin sebelum puasa, Jadi kita akan diskusi dulu jalan arterinya mana,” jelas Menhub.

Menhub saat ini juga memberi kesempatan kepada stakeholder khususnya operator bus di Tangerang untuk menentukan tarif bus. Terkait hal tersebut, Budi menyebut pihaknya lebih memilih tarif bus tidak Rp 20 ribu tetapi Rp 10 ribu.

Selanjutnya, Menhub meminta agar para pengusaha truk yang terdampak kebijakan pembatasan jam operasional truk di Tol Cikampek, agar menggeser jam operasionalnya.

“Dengan diberlakukannya tiga Paket Kebijakan Penanganan Kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek sejak 12 Maret lalu, dapat mendorong masyarakat untuk berpindah dari transportasi pribadi ke transportasi massal,” ungkapnya.

Sepekan sejak diimplementasikannya Tiga Paket Kebijakan Penangan Kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek, jumlah kepadatan lalu lintas di ruas tol tersebut turun sebesar 36 persen. Sejalan dengan kebijakan tersebut, kecepatan kendaraan di ruas tol naik 22 persen, paparnya.

 

Sementara itu, Data Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Kementerian Perhubungan menyebut kecepatan rata-rata di Tol Jakarta – Cikampek terutama di segmen Bekasi arah Jakarta setiap Senin-Jum’at pukul 06.00 WIB s/d 09.00 WIB dapat mencapai 60 km/jam. (Hms/Vn)

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »