Menteri ESDM Tinjau Aktivitas Gunung Agung

Karangasem, Indikatornews.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Bali untuk meninjau perkembangan aktivitas Gunung Agung di Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali.

Kedatangan Jonan kali ini disambut erupsi Gunung Agung. Saat Jonan melakukan Rapat koordinasi dengan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumantri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta jajaran Kepolisian dan TNI setempat. Tercatat erupsi terjadi pada pukul 16.33 WITA, dengan tinggi kolom abu sekitar 2.800 meter di atas puncak atau 5.942 meter di atas permukaan laut.

Menanggapi erupsi yang terjadi ini, Jonan mengungkapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM terus melakukan pemantauan aktivitas Gunung Agung sehingga dapat melakukan perkiraan atas potensi aktivitasnya.

“Kalau erupsi itu, yang bisa diprediksi oleh Pusat vulkanologi adalah potensi aktivitas vulkanologisnya itu dalam jangka waktu tertentu, misalnya 12 jam, 24 jam dan sebagainya. Kalau persis erupsinya sendiri kita tidak bisa tahu kapan akan terjadi,” kata Jonan, di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, Kamis (05/07/2018), seperti dikutip dari esdm.go.id.

Lanjut Menteri ESDM, memperkirakan erupsi Gunung Agung akan tetap terjadi dari waktu ke waktu. Ia juga menegaskan deformasi yang terjadi pada Gunung Agung sangat kecil, sehingga tidak terjadi letusan yang melebihi radius empat kilometer.

“Kalau dari analisa kami, dari deformasi pergerakan gunungnya sendiri itu menggembung atau tidak, deformasinya sangat kecil sekali, sehingga tidak akan terjadi letusan yang sangat besar yang bisa mencapai radius di luar empat km,” jelasnya.

Sementara berdasarkan foto satelit, lava di dalam kawah teramati sangat cair. “Laporan yang terakhir, dari foto satelit, di dalam kawah lavanya sangat cair, kalau cair biasanya tidak berbahaya. Kalau mengental terus tekanannya besar di bawah, itu bisa sangat berbahaya sekali,”ungkap Jonan.

Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat tidak khawatir kembali ke rumah masing-masing, sepanjang berada di luar radius empat km.

“Jadi ini, kami juga menghimbau masyarakat untuk kembali ke radius yang tidak sampai empat km. Jadi di luar empat km bisa saja kembali. Memang mungkin terdengar suara gemuruh,” tambah Jonan. (hms/vn)


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »