Meski Tak Berbahaya, Benarkah Penggunaan Masker Saat Berolahraga Memicu Ketidaknyamanan Bernapas?

Indikatornews.com

Penggunaan masker saat berolahraga sempat dianggap membahayakan karena dikhawatirkan dapat mengurangi aliran oksigen yang masuk ke dalam tubuh. Faktanya, penggunaan masker saat berolahraga hanya memberikan perasaan tak nyaman, namun tidak membahayakan kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan dalam studi terbaru yang dilakukan tim peneliti dari University of California San Diego (UCSD). Dalam studi ini, tim peneliti berupaya melihat dampak dari penggunaan masker wajah terhadap sistem kardioresporasi yang mencakup jantung, pembuluh darah, dan paru-paru ketika seseorang melakukan aktivitas fisik.

Ada beberapa jenis masker wajah yang diteliti dalam studi ini. Mulai dari masker bedah, masker N95, dan masker kain.

Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan masker wajah oleh orang sehat saat olahraga memberi dampak yang sangat minimal terhadap aliran udara. Kondisi ini tampak tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap fungsi paru-paru dan asupan oksigen sehingga tak membahayakan.

Akan tetapi, tim peneliti menemukan bahwa penggunaan masker oleh orang sehat saat berolahraga dapat memicu dispnea atau ketidaknyamanan saat bernapas. Kondisi tak nyaman ini berpotensi meningkat ketika seseorang berolahraga dengan menggunakan masker, terutama bila orang yang bersangkutan tak terbiasa menggunakan masker ketika berolahraga.

“Anda mungkin akan menghirup kembali udara yang lebih hangat dengan sedikit CO2. Dan bila Anda berolahraga, masker dapat membuat wajah Anda menjadi panas dan berkeringat,” ungkap peneliti Susan Hopkins dari UCSD, seperti dilansir Health24.

Hopkins menekankan bahwa kondisi tak nyaman ini merupakan persepsi sensori. Kondisi ini tidak memiliki dampak terhadap fungsi jantung dan paru-paru pada orang sehat.

Hopkins menjelaskan, temuan ini berlaku untuk kelompok usia muda dan tua serta laki-laki dan perempuan yang sehat. Hanya ada pengecualian pada pasien dengan masalah jantung dan paru-paru berat. Pasien dengan masalah jantung dan paru-paru berat yang mengalami dispnea perlu waspada.

“Individu-individu ini mungkin merasa tidak nyaman untuk olahraga dan itu perlu dibicarakan dengan dokter mereka,” kata Hopkins.

Tim peneliti mengatakan literatur yang menginvestigasi masalah ini masih terus berkembang. Studi lebih lanjut masih tetap dibutuhkan untuk mendukung temuan ini.

(Yusuf Mantono)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »