MRT JAKARTA RESMI BEROPERASI

Indikatornews.com

Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta resmi beroperasi hari ini usai diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo, pada Minggu (24/3). MRT Jakarta menjadi bagian dari integrasi antar moda transportasi di Jakarta melalui program Jak Lingko, yang diharapkan dapat meningkatkan layanan transportasi dan citra Jakarta sebagai Ibu Kota Negara sekaligus meningkatkan budaya disiplin masyarakat dalam menggunakan transportasi publik. Dalam peresmian yang berlangsung di Stasiun MRT Bundaran HI, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan turut hadir mendampingi Presiden RI Joko Widodo bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja dan tamu undangan lainnya.

Dalam laporannya kepada Presiden RI yang disaksikan ribuan masyarakat yang hadir di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Gubernur Anies menyebut MRT Jakarta sebagai bagian dari Jak Lingko, terobosan baru moda transportasi yang terintegrasi, mulai dari kendaraan kecil, sedang hingga kendaraan besar. “Moda Raya Terpadu ini juga kita dorong untuk menjadi bagian dari Jak Lingko, sebuah sistem integrasi transportasi Ibu Kota, mulai dari kendaraan kecil hingga kendaraan besar, dari first mile hingga last mile. Pada saat ini, MRT Jakarta telah terintegrasi dengan TransJakarta. Ke depan, kita dorong terus integrasi dengan moda transportasi lainnya seperti LRT dan Commuter Line, dalam kerangka Jak Lingko. Dan kita akan terus kawal pembangunan MRT Fase 2 dan fase-fase berikutnya,” ujar Gubernur Anies.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Anies juga menyampaikan kesiapan MRT Jakarta dalam menunjang kebutuhan warga yang hendak beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke angkutan umum. “Kapasitas angkut satu rangkaian kereta MRT sekitar 1.950 orang sekali jalan, yang didasari pada jumlah kereta dalam satu rangkaian berjumlah 6 (enam), dengan 50 (lima puluh) kursi di sediakan di setiap kereta, sehingga dalam satu kereta mampu menampung sekitar 350 penumpang dengan kapasitas berdiri dan kursi penuh. Perkiraan penumpang per hari di awal operasi adalah 65.000orang per hari, dan secara bertahap akan kita tingkatkan menjadi 130.000 per hari tahun depan,” sebut Gubernur Anies.

Gubernur Anies menjelaskan bahwa rata-rata kereta Ratangga akan beroperasi selama 19 (sembilan belas) jam untuk mengangkut penumpang, dengan jeda waktu tunggu antara satu rangkaian kereta dengan rangkaian kereta lainnya sekitar 5 (lima) menit pada jam sibuk, dan 10 (sepuluh) menit pada jam normal. Kereta Ratangga akan beroperasi dengan 8 (delapan) rangkaian mulai pukul 05.30 s/d 22.30 WIB selama bulan Maret dan April. Sesudah bulan April, jumlah rangkaian ditingkatkan menjadi 16, dan jam operasional ditambah dari pukul 05.00 s/d 24.00 WIB. Saat ini, juga telah siap 71 masinis dan 350 tenaga operasi dan pemeliharaan.

Untuk semakin mengoptimalkan layanannya, MRT Jakarta juga akan diintegrasikan dengan kawasan transit terpadu atau Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Dukuh Atas, dekat Stasiun Sudirman. Ke depan, lokasi ini akan menggabungkan dan menghubungkan berbagai moda transportasi seperti MRT, LRT, kereta commuterline, Transjakarta, Kereta Bandara hingga angkutan umum perkotaan lainnya.

Tidak lupa, Gubernur Anies mengajak seluruh masyarakat agar memanfaatkan kehadiran MRT Jakarta sebagai momentum untuk bersama-sama mewujudkan sebuah gaya hidup kota modern yang bersih, disiplin dan berbudaya. “Kepada seluruh warga Jakarta, kita berharap MRT ini tidak hanya memberikan kenyamanan dan kemudahan, tapi turut membentuk perilaku dan karakter sebagai warga dunia yang maju dan beradab. Selamat menjadi warga kota global. Mari kita manfaatkan MRT ini sebaik-baiknya, dengan turut menjaganya sebagai aset bersama.” ucap Gubernur Anies.

Informasi mengenai Kilas Balik MRT Jakarta dapat diunduh pada link berikut:
https://goo.gl/bbbgoA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »