Nendia Primarasa Tetap Manjakan Kosumen di Tengah Pandemi Covid-19

Jakarta, Indikatornews.com – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia hampir sembilan bulan terakhir ini benar-benar telah memukul seluruh sektor kehidupan masyarakat. Dampaknya pun sangat dirasakan. Khusus di dunia usaha tidak sedikit perusahaan dan jasa harus tutup sementara, bahkan ada pula yang bangkrut. Ada pula yang harus merumahkan pekerjanya karena menurunnya omset penjualan.

Salah satu usaha jasa yang juga ikut terdampak pandemi ini adalah Jasa Catering & Wedding Services (jasa catering dan pesta perkawinan). Meski banyak di antara perusahaan jasa jenis ini tetap bertahan, tapi selama pandemi dan masih diterapkannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di seluruh daerah di Indonesia, usaha di bidang katering dan pernikahan sebut nyaris tidak berjalan sama sekali.

“Ya, nyaris tak berjalan, karena kami sebagai pelaku atau penggiat jasa katering dan pernikahan tunduk pada aturan yang ditetapkan pemerintah untuk menghindari penyebaran Covid-19,” ungkap Heru Pujihartono, pemilik perusahaan jasa catering dan pernikahan Nendia Primarasa.

Terpukul! Sudah pasti. Nendia Primarasa merupakan salah satu penyedia jasa catering papan atas di Jakarta. Pandemi Covid-19 tidak saja mengurangi omset permintaan, melainkan juga nol permintaan!

Bayangkan. Dalam situasi normal, khususnya di akhir pekan Sabtu dan Minggu, Nendia Primarasa bisa mendapatkan 10 sampai 15 pesanan. Nah, sejak delapan bulan terakhir benar-benar sepi order.

Pembatalan pesanan akibat adanya pembatasan sosial (social distancing) memang tak tehindarkan. Selama izin menyelenggarakan pesta pernikahan di gedung-gedung pertemuan dan hotel, diakui Heru, sulit baginya untuk memastikan kapan aktivitas pesta pernikahan seperti biasa dapat diselenggarakan lagi.

Bertahan di masa pandemi itulah yang kemudian dilakukan Nendia Primarasa. Heru sendiri bertekad tetap mempertahankan seluruh karyawannya walaupun perusahaan sedang mangalami sepi pesanan. “Seperti halnya perusahaan lain yang melakukan kegiatan Work Form Home (WFH), kami juga demikian,” katanya.

Beruntung dari sejumlah pesanan yang sudah diterima Nendia Primarasa dari kliennya bersedia untuk mereschedule (menjadwal ulang) ke tahun depan (2021). Diakui juga sepanjang November ini, seiring mulai sedikit dilonggarkannya aktivitas berkumpul dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat, pesanan mulai kembali didapat.

Nendia Primarasa sangat memahami situasi pandemi. Tetap memanjakan konsumen, itulah yang tetap dijalankan. Melakukan penjadwalan ulang adalah solusi terbaik yang ditawarkan. Menurut Heru, jika dilakukan reschedule apapun kondisinya, pihaknya tetap berpegang pada harga awal saat pesanan dilakukan. “Jadi kami tidak kemudian menaikkan harga katakanlah tahun depan terjadi kenaikkan harga-harga bahan pokok misalnya. Kami tetap tanggung jawab. Gedung juga seperti itu, bagi klien Nendia Primarasa yang sudah memesan, tidak akan dikenakan biaya kenaikan,” ujarnya.

Namun Heru tetap menekankan bahwa Protokol Kesehatan tetap piroritas dalam pelaksanaan kegiatan pesta pernikahan. Pembatasan jumlah tamu undangan, mengecek suhu badan, memakai masker, menyiapkan hansanitezer, tempat cuci tangan, menjadi perhatian serius Nendia Primarasa. “Tak lupa juga tentunya manjaga jarak setiap tamu undangan,” katanya.

Bersyukur juga bahwa sejumlah gedung yang biasa menjadi tempat pesta pernikahan berangsur-angsur mulai dibuka kembali walau tetap dengan pembatasan. Gedung Aneka Tambang di kawasan Jakarta Selatan misalnya. Untuk tamu undangan 400 orang dibagi menjadi tiga sesi dengan waktu satu jam setiap sesinya. Demikian juga dengan Sasono Adiguno di kawasan Jakarta Timur. Tempat ini dibatasi maksimal 500 orang untuk 2 (dua) sesi.

Heru berharap pandemi Covid-19 perlahan-lahan akan hilang sehingga seluruh sector usaha dan jasa bisa kembali menggeliat. Ketegasan pemerintah sangat diperlukan agar masyarakat tidak sampai melangga peraturan terkait penerapan Prokes. Ia juga berharap masyarakat bisa lebih disiplin dalam mentaati Prokes. Pemerintah dan masyarakat, juga dunia usaha harus saling bersinergi agar badai pandemi yang melanda negeri ini segera berakhir.

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »