One Pride Pro Never Quit Fight Night 35, Gunawan Menang International Fight dari Petarung India, Yusuf Susilo Pemilik Baru Sabuk Juara Kelas Bantam

Jakarta, Indikatornews.com – 4 laga One Pride Pro Never Quit Fight Night 35: Warrios Never Quit telah digelar di Tennis Indoor Senayan sebagai sajian penutup tahun 2019 tadi malam (14/12). Gelaran One Pride Pro Never Quit yang berlangsung tadi malam juga dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Zainudin Amali dan mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso.

“Saya kira ini olahraga punya harapan kedepan. Saya kaget terus terang, kaget begitu masuk penontonnya banyak gitu ya. Apalagi yang nonton di TV karena ini siaran langsung, luar biasa. Jadi saya kira satu upaya dan dedikasi yang luar biasa untuk mengembangkan olahraga ini. Dan pemerintah tentu memberikan dukungan penuh. Kita mengapresiasi apa yang dilakukan oleh masyarakat seperti ini. Jadi pengembangan olahraga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh masyarakat juga berperan. Mas Ardi (Ardiansyah Bakrie/Ketua Umum KOBI) menginisiasi sejak awal. Saya kira perjuangannya luar biasa supaya ini bisa menjadi satu olahraga dan tontonan yang menarik buat masyarakat kita, tontonan asli Indonesia,” ungkap Zainudin Amali, Menteri Pemuda dan Olahraga RI.

Zainudin juga menambahkan komentarnya terkait perkembangan MMA di Indonesia nantinya. “Tadi saya mendapatkan informasi bahwa sekarang ini 300 lebih atlet kita, dan beberapa kemarin yang sudah bermain di Sea Games di cabang-cabang yang terkait dengan ini. Maka saya punya optimisme dan punya harapan kedepan suatu saat nanti olahraga ini secara resmi akan dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON). Nanti tinggal liat perkembangannya, kemudian federasinya seperti apa, berkoordinasi tentu dengan KONI dan NOC Indonesia. Mudah-mudahan ini akan menjadi titik kebangkitan dari olahraga ini,” tambah Zainudin Amali. Menteri Pemuda dan Olahraga ini berharap MMA juga bisa dipertandingkan di gelaran Olimpiade 2032 yang diharapkan dapat digelar di Indonesia dan nantinya olahraga ini akan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

Laga utama One Pride FN 35, pada pertarungan perebutan sabuk juara nasional kelas bantam, penonton di kejutkan dengan pertarungan yang berlangsung antara Yusuf Susilo dengan Gugun Gusman.Yusuf Susilo menjadi pemenang dalam partai perebutan sabuk kelas bantam usai Gugun Gusman dianggap melakukan pelanggaran berat. Kala pertarungan berlangsung Yusuf menampilkan beberapa teknik dari karate demi memancing Gugun untuk mulai menyerang. Gugun sempat meloncat sambil melepaskan serangan lutut yang telak ke kepala Yusuf. Di ronde kedua Yusuf berhasil dijatuhkan Gugun lewat teknik double leg takedown. Gugun berhasil menekan Yusuf lewat ground and pound. Namun ketika sedang menyerang Gugun melakukan pelanggaran yang mengenai kepala bagian belakang Yusuf. Wasit Mustadi terpaksa menghentikan laga sejenak dan memberi peringatan keras ke Gugun. Yusuf kemudian mendapat penanganan dari tim medis karena tak bisa melanjutkan laga. Pertarungan dihentikan dan pertarungan diputuskan dengan hasil diskualifikasi untuk Gugun. Yusuf menang dan dinyatakan sebagai juara kelas bantam.

“Jadi saat di posisi bermain di bawah, Gugun melakukan serangan lutut ke arah belakang kepala, wasit melihat telah terjadi pelanggaran. Pada saat itu Dewan Juri dan Inspektur pertandingan melihat video ulangan kejadian tersebut, yang memang serangan itu terkena ke belakang kepala. Di One Pride pelanggaran disengaja maupun tidak disengaja adalah tetap pelanggaran. Peraturan yang kami buat memang demi keselamatan petarung. Kemudian dokter memutuskan pertarungan tidak bisa dilanjutkan. Apabila terjadi pelanggaran dan petarung yang dilanggar tidak bisa meneruskan pertarungan menurut keputusan dokter, maka petarung yang melakukan pelanggaran dinyatakan kalah diskualifikasi. Sehingga pada pertarungan ini Yusuf Susilo lah yang memenangkan pertarungan,” kata Fransino Tirta selaku Ketua Dewan Juri One Pride Pro Never Quit.

Laga International Fight kelas straw, Gunawan Sutrisno berhasil memenangkan duel melawan Sunny Khatri, petarung asal India. Dalam duel ini, Gunawan berhasil menang lewat perhitungan poin.

Gunawan tampil agresif dengan serangan-serangan frontalnya. Namun, Sunny masih terlalu licin dan mampu menghindari serangan-serangan Gunawan. Pada waktu pertarungan berjalan 3 menit, Sunny bisa menjatuhkan Gunawan. Sempat terjadi jual beli serangan di satu menit terakhir. Tensi mendadak meningkat di awal ronde kedua. Gunawan sempat terkena hantaman Sunny dan membuat pelipisnya berdarah. Pada ronde ketiga Sunny menekan Gunawan dalam pertarungan bawah. Gunawan mulai kesulitan karena darah mengucur deras di wajahnya. Walau dalam posisi terjepit Gunawan sempat melakukan serangan-serangan kecil sampai pertarungan usai dan Gunawan dinyatakan menang angka atas Sunny.

Hendrik Tarigan berhasil memenangkan duel melawan Ananda Wahyu pada partai perbaikan peringkat kelas ringan secara TKO. Ananda memulai pertarungan dengan tendangan telak ke wajah Hendrik. Namun hendrik mampu bertahan dan beberapa pukulan Hendrik pun mendarat di wajah Ananda. Pada ronde kedua, Ananda tiba-tiba menyergap dan menjatuhkan Hendrik. Dia berupaya mengunci Hendrik dengan teknik rear naked choke hingga arm bar. Tapi, Hendrik cukup kuat untuk bisa melepaskan diri. Hingga, Ananda jadi bulan-bulanan Hendrik dan Hendrik berhasil memenangkan pertarungan.

Selanjutnya pada laga pembuka Adi Rominto Manurung membuka peluang bertarung menantang juara kelas terbang One Pride Pro Never Quit yaitu Suwardi. Ia berhasil ungul perolehan poin dari Ridwan Kholik dalam contender fight malam tadi. Kedua petarung tak ragu melepaskan serangan frontal di awal laga. Kemudian, Adi memilih melakukan guard dan mencoba bertahan dari tekanan Ridwan. Dalam posisi bertahan, Adi mencoba sabar untuk membalikkan keadaan hingga ia berhasil melakukan ground and pound. Pertarungan alot terjadi antara Adi dan Ridwan, akhirnya Adi hanya menang lewat perhitungan poin.

“Terima kasih pada Bapak Menteri Pemuda dan Olahraga atas kehadirannya, ini tandanya sudah resmi bahwa MMA Indonesia mendapat dukungan dari pemerintah. Mengenai pengembangannya di Indonesia, tentunya teman-teman di sini sudah banyak tahu bahwa KOBI sudah menjadi anggota tetap dari IMMAF (International MMA Federation). Artinya ini membuka semakin banyak kesempatan bagi para fighter di Indonesia untuk dapat bertarung dan membela nama Indonesia. Tentunya pembinaan-pembinaan para fighter harus dirancang dan disusun dengan sangat rapi. Kami akan rencanakan Tahun 2020 kami akan kembangkan mulai dari daerah sampai ke tingkat nasional. Sehingga harapannya MMA ini akan semakin diminati dan membanggakan bagi Indonesia,” ungkap Ardiansyah Bakrie, Ketua Umum KOBI.

Usainya gelaran One Pride Pro Never Quit Fight Night 35 juga menutup pertandingan One Pride di tahun 2019. Nantikan dan saksikan terus pertarungan pertarungan fighter MMA terbaik di tanah air hanya di One Pride. Tahun 2020 One Pride akan kembali dengan laga-laga yang lebih menarik dan pastinya semakin meriah. Sampai jumpa tahun depan. (***)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »