Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menutup 126 Fintech Lending Ilegal

Indikatornews.com

Satgas waspada investasi menghimbau masyarakat agar mewaspadai penawaran penawaran pinjaman uang dari  perusahaan fintech yang tidak memiliki legalitas  dan izin resmi. perusahaan-perusahaan fintech ilegal tersebut memanfaatkan situasi dan kondisi pandemi saat ini, dimana masyarakat yang merasa kesulitan dalam bidang finansial menjadi sasaran empuk bagi oknum-oknum terkait.

 

Dikutip dari  siaran pers OJK,”Kami masih menemukan penawaran fintech lending ilegal dan investasi tanpa izin yang sengaja memanfaatkan kesulitan keuangan sebagian masyarakat di masa pandemi ini. Fintech lending dan tawaran investasi ilegal ini hanya bikin rugi dan bukanlah solusi bagi masyarakat,” ujar Ketua Satgas Waspada Investasi (Tongam Lumban Tobing).

 

Menurut beliau perusahaan Fintech ilegal selalu melimpahkan bunga yang cenderung tinggi dalam rentan waktu pinjaman yang pendek dan juga meminta banyak data pribadi yang lengkap. Hal ini memungkinkan bocornya data diri pengguna yang  nantinya dapat disalah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

Adapun kebijakan Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia (AFPI) yang melarang perusahaan Fintech resmi melakukan pendekatan dengan masyarakat melalui SMS. Jadi, jika ada onum tidak dikenal menawarkan pinjaman online melalui SMS, hal itu bisa dipastikan adalah oknum perusahaan yang illegal (Roni Sopani).

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »