PAMER BRAND ANYAR (bagian 2- habis) – BRAND COMMUNICATION SEBAGAI STRATEGI MEMBANGUN BRAND LOYALTY INDUSTRI PARIWISATA DI ERA KENORMALAN BARU

Indikatornews.com

Brand Repositioning menjadi salah satu strategi yang dapat digunakan industri pariwisata, oleh karena perubahan dratis dan signifikan perilaku wisatawan sebagai dampak pandemi covid 19. Faktor seperti kesehatan, kebersihan, kenyamanan , dan keamanan akan menjadi beberapa pertimbangan wisatawan di era kenormalan baru, dalam pengambilan keputusan untuk memilih produk dan jasa yang ditawarkan oleh industri pariwisata . Brand repositioning dilakukan dengan menghantarkan janji nilai baru (new value proposition) yang harus dirancang dengan baik sesuai tuntutan wisatawan, sehingga mampu memberikan pengalaman yang menyenangkan wisatawan, dan sebagai alasan mengapa wisatawan memilih produk dan jasa yang ditawarkan dibanding dengan tawaran pesaing.

Penghantaran nilai (value) merupakan langkah strategis yang menentukan kesuksesan industri pariwisata . Lanning dan Michaels (1988) mengemukakan tiga langkah dalam sistem penghantaran nilai, yaitu, (1) Memilih nilai, (2) Mempersiapkan nilai, dan (3) mengomunikasikan nilai kepada pelanggan. Dalam upaya memilih dan mempersiapkan nilai, perhatian perusahaan fokus pada pelanggan dari pada kompetitor. Seperti yang dikemukakan Ohmae (1988) Jika hanya memperhatikan kompetitor, perusahaan hanya bersaing dengan fitur produk pesaing , yang belum tentu benar dan penting bagi pelanggan. Oleh karena itu, industri pariwisata ketika memberikan janji nilai baru hendaknya fokus pada produk atau jasa yang dibutuhkan dan diinginkan wisatawan , sehingga wisatawan akan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan.

Persoalan selanjtlannya adalah bagaimana menghantarkan janji nilai baru tersebut kepada target wisatawan di era kenormalan baru? Untuk mengomunikasikan janji nilai baru tersebut, industri pariwisata dapat menggunakan brand communication sebagai cara untuk menginformasikan, mengingatkan, dan membujuk wisatawan untuk selalu menggunakan produk dan jasa yang ditawarkan. Media yang dapat digunakan dalam melakukan brand communication adalah, pertama adalah daring (online )seperti situs, sosial media, surel pemasaran, video blogging dan iklan. Kedua luring (offline )seperti surat kabar, televisi, radio, pameran, baner, poster, brosur dan pamflet. Ketiga, kombinasi antara media daring dan luring.

Dengan melakukan strategi brand communication yang tepat, diharapkan wisatawan akan memiliki kesadaran terhadap merek sebagai informasi yang tepat dalam membuat keputusan, sehingga akan memperoleh pengalaman yang menyenangkan dan menumbuhkan sikap loyalitas. Beberapa penelitian membuktikan brand communication dapat digunakan untuk menciptakan brand loyalty. Brand communication bertujuan untuk meningkatkan brand loyalty dengan cara memperkuat hubungan pelanggan dengan merek dari waktu ke waktu (Pearson1996; Moriarty, 1998). Sementara itu, penelitian Kempf dan Smith (1998) mengemukakan brand communication memiliki peranan yang signifikan dalam menciptakan brand attitude yang positif. Hoek et al, (2000) brand attitude positif seperti brand trust dan brand loyalty sangat penting untuk keberlanjutan merek dalam jangka panjang.

(Jakarta, 20 Mei 2020, Salam pamer brand anyar, Tonny Hendratono)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »