Penetapan Galunggung Geopark Tidak Melibatkan Perhutani Sebagai Pemilik 80% Kawasan Wisata?

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Kabupaten Tasikmalaya memiliki dua kawasan pengembangan Taman Wisata Alam Perum Perhutani yaitu Wanawisata Gunung Galunggung dan Kawah Karaha yang menjadi prioritas Perum Perhutani Regional Jawa Barat-Banten bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat dalam upaya membentuk minimal tiga objek wisata andalan

Wanawisata Gunung Galunggung memiliki dua wahana yaitu Cipanas yang dikelola Pemda Kabupaten Tasikmalaya dan Kawah yang dikelola Perhutani yang identik dengan kemping dan curug selfienya (Curug Agung).

“Tahun 2020 kami sudah usulkan perbaikan infrastruktur jalan sejauh 4 Km ke arah Camping Ground dengan pengembanganya dan 1 Km akses jalan ke arah Curug Agung serta pembuatan kolam pemandian dari bekas warung yang akan direlokasi,” ungkap Yaya Sutia pengelola Perum Perhutani KPH Tasikmalaya di Camping Ground Kebun Pakis kawasan Kawah Galunggung, minggu (29/12/2019).

Pengelola Perhutani Yaya Sutia (kiri) di Camping Ground kawasan Kawah Galunggung

Dijelaskan Yaya, masuk area kawah hanya satu kali bayar dengan dua wahana camping yang dalam pengembangan di dua lokasi kemping yakni camping Nangreu dan camping Kebun pakis dengan tarif Rp. 15 ribu semalam (malam minggu) serta curug Agung yang saat ini difungsikan pada siang hari saja.

“Karena satu dan lain hal terutama keterbatasan petugas, Curug Agung yang disebut juga Curug Selfie pada malam hari dihiasi lampu yang berubah ubah warna,” Jelasnya.

Menurutnya, tahun 2019 terjadi penurunan yang cukup signifikan sebesar 30-35% dengan penghasilan fluktuatif dibawah 10 juta hingga 30 juta sebelum dikurangi retribusi 30% dan sharing mitra dengan tingkat kunjungan rata-rata dibawah 1.000 orang per hari. “Tingkat kunjungan tertinggi adalah pada Hari raya yang mencapai 6-7 ribu pengunjung,”   

Terkait Geopark, Yaya Sutia tidak mengikuti proses pembentukan geopark. Mengetahui, tapi secara resmi Perhutani dari beberapa kali undangan pertemuan tapi tidak pernah dilibatkan secara langsung atau dimintai tanggapannya.

“Secara kajian, saya kurang paham yang disebut geopark dan indikatornya apa. Bicara geopark Galunggung, orang melihat wisata kawasan Galunggung, padahal wilayah Galunggung itu luas termasuk menjangkau curug badak dan curug hanoman,” pungkasnya @ Ayi Darajat




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »