PENGUJIAN KESESUAIAN SISTEM MRT JAKARTA FASE PERTAMA

Jakarta, Indikatornews.com

Kehadiran MRT Jakarta Fase Pertama Jalur Selatan – Utara  (Lebak Bulus sampai Dukuh Atas) menjadi terobosan baru bagi moda transportasi massal terintegrasi di DKI Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun terus memantau perkembangan pembangunan MRTJ Fase Pertama ini.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta beserta jajaran Pemprov DKI Jakarta, Duta Besar Jepang H.E Masafumi Ishii, dan Direktur Utama  PT. MRT Jakarta William P. Sabandar beserta jajarannya meninjau langsung dan melakukan Pengujian Kesesuaian Sistem (System Acceptance Test) dengan rangkaian kereta pertama MRT Jakarta dari Depo MRT Lebak Bulus sampai Stasiun MRT Bundaran HI, pada Kamis pagi (23/8).

“Kita baru mencoba menggunakan rangkaian kereta MRT dari Depo Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI. Sejak 9 Agustus, MRT memulai proses percobaan, comutioning yang dilakukan tiga tahap. Perjalanan tadi lancar dan tidak ada guncangan; banyak alat-alat dipasang untuk menguji serta memastikan semua sesuai persyaratan keselamatan dan teknis. Ini sangat nyaman, (dan) bisa menjadi salah satu icon bagi Indonesia. Pembangunan MRT sudah 95 persen, jadi tinggal 5 persen (pekerjaan) kecil-kecil. Bersyukur teknologi yang dipakai dan kereta-kereta terbaru (semoga) bisa beroperasional sesuai yang direncanakan,” tuturnya Gubernur Anies.

Lebih lanjut, Gubernur Anies menegaskan seluruh moda transportasi di Jakarta akan terintegrasi, termasuk rute dan manajemennya. Hal ini akan memudahkan para penumpang warga Jakarta dan sekitarnya untuk memanfaatkan transportasi publik dengan harga yang terjangkau dan efisien. MRT Jakarta juga akan dipadukan dengan kereta commuter Jabodetabek dan jaringan BRT atau Transjakarta sehingga menjadi tulang punggung sistem transportasi darat. Gubernur Anies turut mengapresiasi semua pihak yang telah terlibat dalam pembangunan MRT Fase Pertama.

“Ini kerja besar, kita bersyukur putra-putri Indonesia terbaik bekerja di tempat ini dan memastikan MRT berjalan on schedule, on quality, dan insyaAllah on budget. Karena nanti Maret 2019 insyaAllah MRT ini akan bisa beroperasional. Menurut perkiraan bisa sampai 173.000 penumpang per hari yang menggunakan MRT. Berharap warga di Jakarta mendukung, (nantinya) banyak yang akan menggunakan MRT,” ujarnya.

Sementara itu, Dirut PT MRT Jakarta, William P. Sabandar memaparkan bahwa Pengujian Kesesuaian Sistem (System Acceptance Test) merupakan bagian dari proses testing dan comutioning; di mana pada bagian ini dilakukan pengujian dan pemeriksaan seluruh sistem yang akan mengecek seluruh fungsi sistem, mulai dari rel kereta, signaling, komunikasi, power dan rolling stock.

Pengujian yang sedang berjalan bukan pengujian kereta, melainkan pengujian persinyalan menggunakan kereta yang rencananya akan dilakukan bertahap. Mulai dari kecepatan rendah sampai kecepatan tinggi. Proses ini terdiri dari tiga tahap, yakni tahap pertama di Depo MRT Lebak Bulus, tahap kedua Depo MRT Lebak Bulus – Stasiun MRT Cipete, dan tahap ketiga dimulai kemarin hari Senin (20/8) juga hari ini dari Depo MRT Lebak Bulus – Stasiun MRT Bundaran HI. Kemudian, pada akhir Desember 2018 akan dimulai fase trial run atau uji coba operasi. Uji coba operasi akan berlangsung selama tiga bulan sampai dengan bulan Maret 2019.

William menambahkan, saat proses Pengujian Kesesuaian Sistem (System Acceptance Test) dari Depo MRT Lebak Bulus – Stasiun MRT Bundaran HI, kecepatannya masih rendah, maksimum 30 kilometer per jam, dan jalur bawah tanah dengan kecepatan 20 kilometer per jam, dengan waktu tempuh satu jam. Namun, pada saat beroperasi secara komersial, masa tempuh dari Depo MRT Lebak Bulus – Stasiun MRT Bundaran HI selama 30 menit dengan kecepatan rata-rata berkisar 40 – 60 kilometer per jam.

Untuk diketahui, PT MRT Jakarta menyiapkan 16 set rangkaian kereta di mana 14 set rangkaian akan dioperasikan dan 2 (dua) set akan disiagakan sebagai cadangan. Setiap satu set rangkaian kereta terdiri dari 6 (enam) gerbong dan sampai saat ini sudah terdapat 36 gerbong yang berada di Depo MRT Lebak Bulus. Kedatangan rangkaian kereta akan dilakukan secara bertahap hingga Oktober 2018. Proses pembangunan MRT fase satu ini telah dimulai pada 10 Oktober 2013 dan diperkirakan beroperasi penuh pada 1 Maret 2019. Fase satu terdiri dari 7 (tujuh) stasiun jalur atas dan 6 (enam) stasiun jalur bawah.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »