Peretasan Data Pribadi melalui Transaksi Keuangan Online

Indikatornews.com

Belakangan ini para konsumen yang sering berbelanja dan menggunakan transaksi pembayaran secara online harap berhati-hati, karena banyak yang terkena kasus kebocoran data. Hal ini Tentunya menjadi kekhawatiran masyarakat yang khususnya sering berbelanja online.

Dikutip dari CNN Indonesia, pada awal bulan November 2020, tercatat ada ada 2,9 juta data pengguna yang mengalami kebocoran data. Data-data tersebut diperjualbelikan secara bebas pada situs deepweb. Untuk menghindari ancaman yang tidak diinginkan ini, para pengguna harus sering mengganti password email dan password aplikasi. Cara ini akan sedikit meminimalisir  terjadinya perampasan data.

Hal ini juga harus menjadi perhatian untuk e-commerce yang ada di Indonesia, untuk memperkuat  ketahanan server agar tidak mudah dimanipulasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab (Roni Sopani).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »