Perpanjangan PPKM Impit Usaha Kecil. Murjani : Keran Ekonomi Jangan Ditutup Rapat

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Sejumlah pelaku usaha kecil hingga pekerja non essensial seperti pedagang kaki lima, pedagang pasar tradisional, warung-warung makan yang buka sampai malam, kedai kopi, buruh lepas, sopir angkot, tukang ojek, pegawai kontrak maupun honor dan UMKM serta sektor informal lainnya mengaku khawatir terhadap rencana pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat

Kekhawatiran mereka karena mereka tidak memiliki penghasilan lain jika dilarang berjualan atau beroperasi, beresiko kena PHK bagi pekerja di sektor non essensial hingga tidak dapat penghasilan selama PPKM darurat termasuk belum diberi kejelasan pasti apakah akan diberhentikan atau dipotong gaji selama libur untuk karyawan toko

“Saya berharap PPKM darurat tidak diperpanjang lagi. Saya bingung dan kesulitan mencari penghasilan lain, belum lagi aturan yang menambah takut,” ungkap pedagang Kupat Tahu Enceng (47) di jalan Gunung Sabeulah Kota Tasikmalaya, minggu (20/7/2021) menyikapi denda yang pernah ditanggung pedagang bubur akibat abai aturan PPKM darurat

H. Murjani, SE, MM anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi Gerindra

Terpisah, anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya H. Murjani, SE, MM melalui saluran WhatApp mengatakan bahwa lonjakan kasus Coronavirus Desease (Covid-19) kususnya di Kota Tasikmalaya masih terbilang tinggi. Untuk itu, apa yang telah diputuskan pemerintah melului PPKM darurat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 perlu kesadaran dan pemahaman semua pihak

Namun Dia berharap Implementasi PPKM darurat tetap mengedepankan sikap persuasif dan humanis serta sosialisasi masif dari pemerintah terkait aturan yang dilakukan selama PPKM darurat serta perhatian dari pemerintah akibat dari pemberlakuan kebijakan PPKM darurat bagi mereka yang terdampak langsung

Selain itu, Ia berharap PPKM darurat tidak berlangsung lama (tidak diperpanjang) karena menurutnya semakin lama PPKM darurat diberlakukan, dikhawatirkan munculnya gejolak sosial di masyarakat serta berharap kebijakan pemerintah memberi celah bagi pelaku usaha yang terdampak kesulitan dalam memenuhi kebutuhan harian

“Selama PPKM darurat dijalankan, keran ekonomi jangan ditutup rapat. Tetapi penerapan aturan prokes diperketat dan diatati dengan penuh kesadaran,” tegas Murjani

Pihaknya mendorong kebijakan dari pemerintah untuk memperbaiki aturan serta terus dilakukan melalui sosialisasi terkait pemberlakuan PPKM darurat termasuk sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan selama pemberlakuan PPKM darurat @ Ayi Darajat

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »