Raperda Pengelolaan Air Limbah dan Pembangunan Industri Kota Tasikmalaya 2020-2040 Disepakati, KUA-PPAS Jadi Dasar RAPBD 2021

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Pemerintah Kota Tasikmalaya sepakat dengan keputusan paripurna DPRD yang telah menetapkan Raperda usul prakarsa tentang pengelolaan air limbah untuk dapat diteruskan pembahasannya dengan pemerintah Kota Tasikmalaya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Dikatakan Plt. Walikota Tasikmalaya H. Muhammad Yusuf Pengelolaan air limbah yang merupakan penjabaran bidang PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) merupakan urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar yang bersifat kongkuren sehingga secara yuridis pelaksanaan kewenangan tersebut dapat diatur dengan Perda

Latar belakang usul prakarsa meliputi sistem penyelenggaraan dan pengelolaan air limbah domestik, tugas dan wewenang pemerintah daerah, hak dan kewajiban, kelembagaan peran serta masyarakat dan swasta, kerjasama pembiayaan, perijinan, pembinaan dan pengawasan, insentif dan disinsentif, larangan, sanksi administratif serta ketentuan pidana

“Materi muatan Raperda pengelolaan air limbah sangat komprehensif, spesifik dan mendalam karena mengatur pengelolaan air limbah domestik ditinjau dari berbagai aspek,” ungkap Yusuf

Melalui Perda Pengelolaan diharapkan lebih mengakselerasi langkah proaktif dalam upaya penanganan air limbah khususnya pengelolaan air limbah domestik sekaligus sebagai solusi mengatasi berbagai persoalan berkenaan dengan masalah air limbah yang dilaksanakan secara terarah, terpadu dan berkelanjutan

Untuk Raperda rencana pembangunan industri Kota Tasikmalaya Tahun 2020-2040, pihaknya memandang karakteristik administratif dan kewilayahan Kota Tasikmalaya adalah daerah perkotaan yang akan terus berkembang sebagai kota industri dan perdagangan

Rencana pembanguna industri Kota Tasikmalaya Tahun 2020-2040, terang Yusuf merupakan kebijakan strategis dan penting karena mendukung secara teknis dan langsung bagi pencapaian tujuan dan arah pembangunan daerah untuk kurun waktu 20 tahun kedepan

Pandangan tersebut disampaikan Plt. Walikota pada Rapat Paripurna ke-7 tentang Penyampaian 3 buah Raperda (Raperda usul prakarsa tentang pengelolaan air limbah, Rencana pembangunan industri Kota Tasikmalaya Tahun 2020-2040 dan Raperda APBD TA 2021) di ruang Rapat Paripurna, selasa (17/11/2020)

“Raperda APBD TA 2021 berpedoman pada KUA-PPAS yang sudah disepakati. Tinggal ‘Ngaleumeusan’,” pungkas Yusuf

Selanjutnya, Raperda pengelolaan air limbah dibahas gabungan Komisi I dan Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya sedangkan Raperda tentang Rencana Pembangunan Industri Kota Tasikmalaya Tahun 2020-2040 oleh gabungan Komisi II dan Komisi III.

“Pembahasan mulai dilaksanakan mulai tanggal 16 november hingga 14 Desember 2020,” kata Wakil Ketua H. Agus Wahyudin, SH, MH yang dibacakan Sekretaris DPRD Drs. Oslan Haerul Falah @ Ayi Darajat




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »