Sabtu Bersih Gereja GKI Betlehem Kab. Keerom, Papua

Keerom, Papua, Indikatornews.com – Sebagai insan ciptaan Tuhan yang dilahirkan dengan berbagai macam latar belakang suku, agama dan ras, maka sikap toleransi merupakan hal yang harus diterapkan dalam kehidupan. Karena lewat sikap toleransi, kehidupan bermasyarakat akan senantiasa berada dalam kedamaian.

Untuk itu, sebagai bagian dari toleransi Satgas Yonif 713/Satya Tama pos Kout yang terdiri dari berbagai suku, agama dan ras juga yang telah berbaur dengan masyarakat yang ada di sekitar pos melaksanakan Sabtu bersih di Gereja GKI Betlehem Arso 1, Kampung Sanggaria, Kec. Arso, Kab. Keerom, Provinsi Papua sebagai bagian dari hidup bertoleransi, Sabtu (18/01/2020).

Turut hadir pada kegiatan pembersihan Gereja ini Peltu Dewa (Dansi Kes Satgas Yonif 713/ST), Sertu Sandy (Bamontirad Kout Satgas Yonif 713/ST), Serda Faisal (Bamontir Ang Satgas Yonif 713/ST), Serda Elia (Danru Satgas Yonif 713/ST), Inwy (Pengurus Gereja GKI Betlehem), Esau (Pengurus Gereja GKI Betlehem) dan Personel Kout yang beragama Kristen.

Peltu Dewa yang memimpin personel pos Kout dalam kegiatan itu mengatakan, Sabtu bersih yang dilaksanakan merupakan suatu hal untuk membangun hubungan dengan semua kalangan masyarakat di sekitar pos.

Di samping untuk menciptakan lingkungan yang bersih, khususnya tempat ibadah Gereja, ada nilai yang juga bisa diambil. Yakni terciptanya hubungan kekeluargaan antara personel Satgas dengan jemaat Gereja.

Inwy dan Esau yang merupakan jemaat GKI Betlehem menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Satgas Yonif 713/Satya Tama pos Kout.

Kegiatan tersebut membuktikan bahwa sebagai insan ciptaan Tuhan harus saling mencintai dan menghargai.

Walaupun berbeda suku, agama dan ras, namun itu tidak menjadi penghalang untuk saling mengenal dan berbagi kasih dengan sesama.

“Kami selaku Jemaat mengucapkan terimakasih atas bantuan dari bapak-bapak TNI Satgas Yonif 713/ST. Tuhan kiranya memberkati bapak-bapak sekalian sampai akhir penugasan,” ujar keduanya kompak. (***)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »