Warisan UNESCO di Korea

Indikatornews.com

Dengan semakin pesatnya perkembangan hallyu wave di dunia, termasuk Indonesia. Rasanya segala hal yang berhubungan dengan negeri Ginseng tersebut selalu menarik untuk dibahas. Entah dari musik, kosmetik, drama, bahkan hingga tempat-tempat bersejarah yang bisa dikunjungi. Dampak hallyu wave bagi Korea sendiri memang bisa dikatakan sukses besar. Karena, bisa menarik minat para pengunjung yang ingin menghabiskan waktu liburannya di sana, hingga mereka yang pensaran dengan tempat-tempat yang sering dijadikan shooting drama Korea.

Kali ini, kita akan membahas tentang tempat-tempat yang merupakan warisan dunia UNESCO yang ada di Korea. ada sekitar 13 tempat yang menjadi warisan dunia UNESCO.

  1. Kuil Jongmyo

Kuil Jongmyo merupakan kuil tempat penyimpanan tablet kerajaan mendiang raja dan ratu Joseon, dan juga tempat pelaksanaan upacara penghormatan. Sajik berarti dewa bumi dan palawija. Sajikdan merupakan altar upacara untuk mendoakan keselamatan rakyat dan hasil panen yang baik.

Dan, merupakan kuil tertua dan paling otentik di dunia. Kuil ini dibangun untuk untuk nenek moyang dinasti Joseon (1392-1910) pada akhir abad ke-14, tetapi hancur ketika Jepang menginvasi Korea pada abad ke-16. Kemudian dibangun kembali pada awal abad ke-17. Dan, ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site pada tahun 1995.

  1. Gua Seokguram & Kuil Bulguksa

Gua Seokguram dan Kuil Bulguksa dibangun oleh Dinasti Silla atas inisiasi Perdana Menteri Kim Dae-seong pada pertengahan abad ke-8, yang terletak di Gunung Tohamsan Gyeongju. Gua Seokguram yang terbuat dari granit menggambarkan momen ketika Buddha mendapatkan pencerahan, sedangkan Kuil Bulguksa merupakan kompleks kuil Buddha yang menggambarkan tempat tinggal duniawi dan surgawi. Dan, ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site pada Desember 1995

  1. Changdeokgung Palace

Istana Changdeok merupakan istana yang dibangun pada masa Dinasti Joseon (abad ke-15) di Jongno-gu, lereng Puncak Ungbong, Gunung Baegaksan, sebelah utara Seoul. Nama Changdeokgung sendiri memiliki makna “Istana Kebajikan Gemilang”. Dahulu, pusat pemerintahan berada di istana utama, Istana Gyeongbok. Namun, pada abad ke-16 istana utama terbakar ketika invasi Jepang ke Korea sehingga  istana Changdeokgung beralih fungsi menjadi istana utama dan pusat pemerintahan. Dan, ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site pada tahun 1997 dan dibuka untuk umum.

  1. Haeinsa Janggyeong Panjeon

Kuil haeinsa merupakan salah satu dari 3 kuil Buddha utama di Korea Selatan yang menyimpan Tripitaka Koreana. Janggyeong Panjeon yang dibangun pada awal Dinasti Joseon tahun 1488 terdiri dari dua unit bangunan kayu dengan panjang 60,44 m dan lebar 8,73 m, khusus untuk menyimpan 81.258 blok kayu Tripitaka Koreana.

Haeinsa dan perpustakaan untuk pres kayu Tipitaka Koreana, dimasukkan oleh UNESCO sebagai bagian dari Situs Warisan Dunia pada tahun 1995, sementara Tripitaka Koreana secara khusus dihargai sebagai Memory of the World Register (Warisan Pustaka Dunia) pada tahun 2007.

Image result for Haeinsa Janggyeong Panjeon

  1. Kawasan bersejarah Gyeongju

Merupakan peninggalan budaya bercorak Buddha dari Dinasti Silla yang menguasai semenanjung Korea sejak tahun 57 SM sampai 935 M. Kawasan bersejarah Gyeongju terdiri dari 52 peninggalan Buddha dan 5 wilayah, di antaranya:

  • Di bagian utara, tepatnya di lereng Gunung Namsan terdapat beberapa prasasti, reruntuhan candi, patung batu, pagoda, relief, makam kerajaan, ukiran dan lentera batu serta benteng Namsan
  • Di wilayah Wolseong terdapat reruntuhan istana Imhaejeon, hutan hutan Gyerim tempat kelahiran pendiri klan Kim Gyeongju, Kolam Anapji, dan Observatorium Cheomseongdae
  • Di Taman Tumuli terdapat gundukan berkubah berisi peti mati kayu ganda yang ditutupi kerikil dan di dalamnya terdapat emas, kaca, dan keramik halus
  • Di Hwangnyongsa terdapat Kuil Bunhwangsa dan reruntuhan Kuil Hwangnyongsa yang dibangun oleh Raja Jinheung (540 – 576 M)
  • Benteng Sanseong yang merupakan benteng pertahanan di sepanjang pantai timur.

Wilayah Namsan dan Situs Kuil Hwangnyongsa adalah harta karun peninggalan Buddha. Wilayah Wolseong adalah situs kerajaan. Wilayah Daerungwon adalah tempat penguburan kuno para raja dan ratu. Dan, wilayah Sanseong adalah tempat yang memiliki sistem pertahanan utama. Kawasan Bersejarah Gyeongju ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site pada tahun 2000

  1. Benteng Hwaseong Suwon

Benteng Suwon Hwaseong yang mulai dibangun pada tahun 1794 disempurnakan pada tahun 1796. dibangun sebagai rasa bakti Raja Jeongjo terhadap ayahnya yang meninggal secara tragis. Arsitektur bangunan merupakan gabungan dari arsitektur militer tradisional Korea dan arsitektur militer Barat. Tidak seperti benteng lainnya, benteng sepanjang 5,74 km ini mengelilingi pusat Kota Suwon, Provinsi Gyeonggi-do, dulu berfungsi sebagai pertahanan. Kemudian, pada tahun 1997 Benteng ini ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site  karena dianggap memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan arsitektur, perencanaan kota, dan pertahanan di Korea.

  1. Situs Dolmen Gochang, Hwasun, dan Ganghwa

Situs Dolmen Gochang, Hwasun dan Ganghwa adalah situs bersejarah yang terletak di Korea Selatan yang melindungi ratusan dolmen yang digunakan oleh manusia. Dolmen adalah monumen pemakaman megalitikum yang disusun dari beberapa lempengan batu dan banyak ditemukan di beberapa belahan dunia, terutama di wilayah dataran tinggi (perbukitan atau gunung). Korea memiliki 40% dari jumlah dolmen di seluruh dunia.

Pada tahun 2000, situs bersejarah ini didaftarkan ke dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Situs ini terbagi menjadi tiga wilayah, diantaranya:

  • Situs Dolmen Gochang terletak di Gochang-gun, Jeollabuk-do seluas 8,38 ha dan terdapat 440 dolmen
  • Situs Dolmen Hwasun seluas 31 ha terletak di Hwasun-gun, Jeollanam-do atau tepatnya lereng bukit dan sepanjang aliran Sungai Jiseokgang memiliki lebih dari 500 dolmen
  • Situs Dolmen Ganghwa seluas 12,27 ha berada di pulau lepas pantai Ganghwa tepatnya di Ganghwa-gun, Incheon Metropolitan City.

Image result for Situs Dolmen Gochang, Hwasun, dan Ganghwa

  1. Makam Kerajaan Dinasti Joseon

Makam kerajaan Dinasti Joseon adalah kumpulan 42 makam milik 27 raja dan ratu yang dibuat sejak tahun 1408 sampai 1966. Selain 2 makam yang terletak di Korea Utara, sebanyak 40 makam di Korea Selatan terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2009.

Makam Kerajaan dibuat berdasarkan paham konfusianisme dan feng shui. Menurut feng shui, makam kerajaan harus berlokasi di wilayah yang tepat dengan prinsip Baesanimsu, yaitu ada sungai di bagian depan dan gunung di belakang. Lokasi itu dikelilingi oleh gunung-gunung agar terpisah dari wilayah sekitarnya.

  1. Pulau Volkanik Jeju dan Tabung Lava

Pulau Jeju (Jeju-do) adalah pulau terbesar di Korea dan terletak di sebelah selatan Semenanjung Korea, dan merupakan satu-satunya provinsi berotonomi khusus Korea Selatan. Pulau Jeju dibentuk oleh aktivitas vulkanis yang dimulai sejak 1,8 juta hingga seribu tahun yang lalu.

Pulau Vulkanik dan Tabung Lava Jeju terdiri dari tiga objek alam seluas 18.846 ha, yaitu Cagar Alam Gunung Halla, Sistem Lorong Lava Geomunoreum, dan Puncak Seongsan Ilchulbong. Kawasan ini ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site kategori alam pertama di Korea Selatan pada tahun 2007.  Selain Warisan Alam Dunia, Pulau Jeju juga didaftarkan sebagai Taman Geografi Global UNESCO dan sebagai zona pelestarian flora dan fauna antar perbatasan negara.

  1. Desa bersejarah Korea: Hahoe & Yangdong

Desa Hahoe Andong dan Desa Yangdong Gyeongju merupakan desa-desa bersejarah yang dibangun selama abad ke-14 dan 15 di Gyeongsangbuk-do. Kedua desa tersebut merupakan desa kalangan atas Yangban dan juga merupakan desa yang dihuni oleh penduduk bermarga tertentu.

Desa Hahoe yang memiliki makna ‘sungai Nakdong mengelilingi desa’ dikelilingi oleh gunung yang rendah dan sungai Nakdong. Desa Hahoe dibentuk oleh tiga kelompok marga Heo, Ahn dan Ryu pada akhir Dinasti Goryeo untuk menjadi kompleks perumahan kalangan atas Yangban. Pada akhir abad ke-17, desa Hahoe menjadi desa tunggal oleh kelompok marga Ryu.

Desa Yangdong yang dibangun di sekitar gunung dan lembah itu menunjukkan ciri khas desa kalangan atas Yangban. Di wilayah atas lembah yang terasa sejuk pada musim panas dan hangat pada musim dingin, terdapat rumah beratap genting yang dihuni oleh Yangban. Di wilayah bawah lembah, terdapat rumah-rumah beratap jerami yang dihuni oleh rakyat jelata. Desa Yangdong dibangun berdasarkan topografi wilayah sesuai dengan struktur sosial seperti status sosial dan marga.

Desa Hahoe & Yangdong ditetapkan sebagai salah satu situs warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tahun 2010.

  1. Benteng Namhansanseong

Benteng Namhansanseong adalah pusat pertahanan di era Joseon yang mengaplikasikan teknologi pertahanan militer mutakhir. Benteng Namhansanseong juga menjadi ibu kota sementara ketika negara dalam keadaan darurat. Benteng Namhansanseong didirikan 25 km di bagian tenggara Seoul dan terletak di ketinggian 480 meter di atas permukaan laut dengan garis tembok sepanjang lebih dari 11 km. Memiliki ruangan dalam yang cukup luas. Oleh karena itu, Namhansenseong dapat dimanfaatkan sebagai tempat perlindungan bagi kerajaan dan rakyat. Di dalamnya juga terdapat istana sekunder atau sementara yang dilengkapi ruang untuk Kuil Jongmyo dan Altar Sajikdan, guna untuk menjalankan peran sebagai ibu kota sementara.

  1. Kawasan Bersejarah Baekje

Area Bersejarah Baekje adalah sebuah kelompok monumen yang terletak di tiga kota Korea Selatan, yakni Gongju, Buyeo, dan Ihsan. Baekje sendiri merupakan kerajaan di Korea yang berkuasa dari tahun 475 sampai 660 Masehi. Buyeo dan Gongju adalah kota-kota sederhana dan bersahaja, tempat orang dapat merasakan martabat Kerajaan Baekje (18 SM – 660 M), yang dulunya merupakan Ibukota kerajaan Baekje. Di sana, ada banyak bangunan bersejarah dan kita bisa belajar sejarah saat Korea masih menjadi kerajaan. Misalnya saja, kuil Jeongnimsa dan Benteng Gongsanseong. Pada 8 Juli 2015, Kawasan Bersejarah Baekje ditetapkan UNESCO sebagai situs bersejarah dunia. Situs warisan ini terletak di wilayah barat tengah Republik Korea yang berbukit, di Iksansi Buyeogun, Jeollabukdo, dan Gongju-si di Chungcheongnam-do.

  1. Sansa, Biara Gunung Buddha

Sansa terdaftar dalam warisan dunia UNESCO ke-13 di Korea pada tahun 2018, yang merupakan warisan agama Buddha. Situs bersejarah ini terletak di semenanjung Korea dan terdiri ari tujuh biara gunung Buddha yang berasal dari abad ke-tujuh hingga ke-sembilan.

7 kuil di antaranya:

  1. Kuil Bongjeongsa, Andong-si, Gyeongsangbuk-do

Kuil yang dikelilingi oleh pegunungan dan dipercaya dibangun pada tahun 672 di Kerajaan Silla.

  1. Kuil Buseoksa, Yeongju-si, Gyeongsangbuk-do

Kuil yang juga dibangun pada tahun 676 era Kerajaan Silla dan dibangun oleh Biksu Agung Uisang. Kuil ini terletak di kaki bukit Gunung Bonghwangsan di Yeongju

  1. Kuil Tongdosa, Yangsan-si, Gyeongsangbuk-do

Kuil yang berusia 1000 tahun ini berada di kaki bukit Gunung Yeongchuksan. Kuil tersebut juga memiliki museum Buddha.

  1. Kuil Seonamsa, Suncheon-si, Jeollanam-do

Kuil yang terletak di kaki Gunung Jogyesan ini menawarkan sebuah pemandangan bunga Kamelia dan pohon maple berumur ratusan tahun yang indah.

  1. Kuil Daeheungsa, Haenam-gun, Jeollanam-do

Kuil ini berada di dalam Taman Provinsi Duryunsan dan di atas area pegunungan yang datar.

  1. Kuil Beopjusa, Beun-gun, Chungcheongbuk-do

Kuil yang  berada di kaki Gunung Singnisan ini merupakan candi kuno yang menyimpan sejarah 1.500 tahun lalu. Di sana, terdapat penyimpanan warisan kebudayaan seperti patung perunggu emas Maireya Buddha dengan ketinggian 33m dan pavilion kayu palgakjeong.

  1. Kuil Magoksa, Gongju-si, Chungcheongbuk-do

Kuil ini dibangun sekitar tahun 640 (era Kerajaan Bakje) dan terkenal dengan lukisan bergaya Buddha-nya yang tergambar di sepanjang kuil. (nika rakasiwi)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »